Ekonomi
"Goverment Shutdown" di AS, Gubernur BI: Dampaknya Kecil buat Indonesia
23-01-2018 - 13:26 | Views: 337
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo (FOTO: RRI)
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo (FOTO: RRI)

PURBALINGGATIMES, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menilai goverment shutdown (operasi layanan publik dihentikan) di AS saat ini tak berdampak besar buat Indonesia. Dan sifatnya sementara.

Menurut dia setelah shutdown, tidak berarti seluruh operasi dan layanan pemerintah di AS berhenti. Pemerintah Senat di AS, tambahnya, pasti tidak akan membiarkan shutdown ini berlarut.

"Shutdown juga bukan berarti seluruh institusinya berhenti, tapi hanya sebagian dan itu ditingkat federal," ujarnya.

Dia juga mencatat bahwa shutdown di AS terjadi bukan yang pertama kali. Shutdown kali ini adalah yang kesembilan.

Seperti diketahui, Pemerintah AS mengalamai goverment shutdown sejak Jumat (19/1/2018).

Hal itu terjadi karena Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran belanja darurat yang diajukan Partai Republik tidak dapat disahkan karena tidak mencapai dukungan 60 suara.

Senat kekurangan 10 suara untuk meloloskan RUU pendanaan empat pekan yang diajukan kubu Republik itu.

Rival partai Republik, Partai Demokrat memboikot suara di Senat dengan tuntutan agar pemerintah tidak mendeportasi lebih dari 700 ribu imigran muda tidak berdokumen yang masuk ke AS saat masih anak-anak dan memasukkan anggaran perlindungan bagi mereka.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menawarkan jalan tengah kepada Demokrat dengan meminta Senat membawa legislasi imigrasi ke forum dengar pendapat Februari mendatang. (*)

Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Sholihin Nur
Sumber
: TIMES Indonesia
  • Berita Terkait