Politik
Hanura Kecewa dengan Putusan MK Soal Aturan Verifikasi Parpol
12-01-2018 - 17:30 | Views: 361
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

PURBALINGGATIMES, JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal aturan verifikasi faktual partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019.

"Ini partai (peserta pemilu 2014) kan sudah lama, kenapa harus (diverifikasi) ulang," papar Oso, sapaan akrab Oesman Sapta Odang, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Kata dia, harusnya ketetapan verifikasi faktual itu diberlakukan bagi partai baru bukan partai lama yang sudah memiliki kursi di DPR. 

"Kalo mau (diverifikasi) itu partai yang baru. Kalau semua partai yang nanti (ikut diverifikasi) ya marah partai-partai itu," jelasnya

Namun begitu, Osa menegaskan bahwa putusan MK yang mengharuskan KPU melakukan verifikasi faktual bagi seluruh parpol peserta pemilu tersebut sudah final dan mengikat.

"Jadi apa yang sudah diputuskan itu. Yaa itu yang harus kita laksanakan. Ini ketetapan hukum yang telah diatur melalui mekanisme hukum dan kita harus patuh," pungkas Oso.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi dalam Pasal 173 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Uji materi ini diajukan Partai Islam Damai Aman (Idaman) yang terregistrasi dengan nomor 53/PUU-XV/2017.

Pasal 173 ayat (1) berbunyi, "Partai Politik Peserta Pemilu merupakan partai politik yang telah ditetapkan/lulus verilikasi oleh KPU".

Sementara, Pasal 173 ayat (3) berbunyi, "Partai politik yang telah lulus verilikasi dengan syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diverifikasi ulang dan ditetapkan sebagai Partai Politik Peserta Pemilu".

Awalnya, dengan ketentuan dua pasal ini, maka partai politik yang telah lolos verifikasi Pemilu 2014 tidak diverifikasi ulang dan langsung ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019. (*)

Pewarta
: Hasbullah
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Ahmad Sukma
Sumber
: TIMES Indonesia