Kesehatan
Jangan Disepelekan, Komplikasi Rematik Dapat Sebabkan Penyakit Ini
12-01-2018 - 04:45 | Views: 373
ILUSTRASI. Nyeri sendi. (FOTO: membergreenworldindonesia.com)
ILUSTRASI. Nyeri sendi. (FOTO: membergreenworldindonesia.com)

PURBALINGGATIMES, JAKARTA – Rematik merupakan jenis penyakit autoimun yang membuat sendi meradang dan terasa kaku. Rematik tidak boleh disepelekan. Pasalnya, komplikasi rematik dapat menyebabkan penyakit ginjal. Bagaimana bisa?

Dilansir dari Hello Sehat, penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ketika menyerang persendian, maka Anda bisa terserang rematik. Gejala rematik ini antara lain demam, sendi sakit dan kaki, hingga kelelahan. Rematik bisa menyerang beberapa sendi sekaligus dalam satu waktu.

Selain menyerang persendian, peradangan akibat autoimun juga bisa memengaruhi area tubuh lainnya, termasuk pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Hal ini dapat menurunkan kemampuan ginjal Anda untuk berfungsi dengan baik dan meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Satu dari empat orang yang memiliki rematik berisiko mengembangkan penyakit ginjal yang kemudian berlanjut pada penurunan fungsi ginjal jangka panjang. Risiko penyakit ginjal ini dapat meningkat bila selain memiliki rematik, Anda juga menggunakan kortikosteroid, memiliki tekanan darah tinggi, obesitas, atau kadar kolesterol tinggi.

Beberapa penyakit ginjal yang umum terjadi sebagai komplikasi rematik adalah amiloidosis, glomerulonefritis (penumpukan zat kekebalan di dalam ginjal), dan penyakit yang melibatkan jaringan ginjal lainnya.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko terkena penyakit ginjal jika Anda mengalami rematik. Salah satunya adalah dengan menjalani skrining darah atau tes urin yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Hal ini memungkinkan dokter Anda untuk mengenali apakah ada perubahan pada ginjal Anda. (*)

Editor
: Deasy Mayasari
Publisher
: Ahmad Sukma
Sumber
: TIMES Indonesia