Kesehatan
Terkena Flu Tahun Ini Lebih Berbahaya, Benarkah?
12-01-2018 - 02:27 | Views: 335
ILUSTRASI. Udara dingin dapat meningkatkan risiko terkena flu. (FOTO: fivestaruc.com)
ILUSTRASI. Udara dingin dapat meningkatkan risiko terkena flu. (FOTO: fivestaruc.com)

PURBALINGGATIMES, JAKARTA – Flu menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami. Namun tahukah Anda jika Anda mengalami flu tahun ini bisa lebih berbahaya dari tahun-tahun sebelumnya?

Dilansir dari Dokter Sehat, sebuah penelitian terbaru menghasilkan sebuah fakta mengejutkan tentang sakit flu atau influenza. Centers for Disease Control and Prevention, badan pencegahan dan pengendalian penyakit dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa virus penyebab flu di tahun 2017 dan 2018 sepertinya lebih agresif sehingga bisa menyerang korban lebih banyak.

Tak hanya di Amerika Serikat saja, namun di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Para ahli dari organisasi tersebut bahkan menyarankan setiap orang untuk mendapatkan suntikan pencegahan flu agar tidak sampai terserang penyakit ini.

Kebanyakan orang menganggap flu sebagai penyakit yang ringan dan bisa sembuh secara alami asalkan memperbanyak asupan air putih dan beristirahat. Karena alasan ini pulalah sangat jarang orang berobat ke puskesmas atau rumah sakit hanya gara-gara penyakit ini.

Jika penyakit ini sudah menyerang dengan cukup parah sekalipun, obat yang dibeli biasanya adalah yang sudah tersedia di warung-warung, bukannya di apotek. Yang menjadi masalah adalah, kadangkala kita justru membeli antibiotik untuk mengatasi flu. Padahal, antibiotik ditujukan untuk melawan infeksi bakteri, bukannya virus yang menjadi penyebab flu.

Pakar kesehatan menyebut anak kecil, ibu hamil, orang tua dengan usia lebih dari 65 tahun, dan mereka yang berada dalam kondisi kesehatan tertentu rentan untuk terkena flu sehingga harus pandai-pandai menjaga daya tahan tubuh tetap kuat agar tidak sampai terkena penyakit ini mengingat kemampuannya dalam mengganggu aktifitas sehari-hari. (*)

Editor
: Deasy Mayasari
Publisher
: Ahmad Sukma
Sumber
: TIMES Indonesia
  • Berita Terkait